Selamat datang di Putra Teknik AC, Perusahaan Jasa Service AC profesional area Yogyakarta dan sekitarnya

Malas Membersihkan AC, Penyebab Tagihan Listrik Membengkak

Air conditioner yang biasa kita sebut AC saat ini bisa di bilang kebutuhan pokok bagi masyarakat, apalagi masyarakat yang tinggal ditengah kota. Mempunyai AC di tempat tinggal berguna untuk mengusir hawa panas di dalam rumah, cocok sekali bukan dengan cuaca di Indonesia yang relatif panas.

Sebelum tahun 2000an barang ini termasuk barang mewah hanya orang-orang tertentu saja yang bisa memiliki ini. Harga yang mahal serta daya watt listrik yang besar menjadikan hanya sedikit yang memasang alat elektronika ini dirumahnya.

Saat ini membeli AC dengan cara dicicil atau kredit membuat masyarakat lebih mudah memilikinya, dengan kartu kredit atau dengan skema pencicilan mudah yang tren belakangan ini, hanya memperlihatkan dokumen pribadi secara langsung di toko elektronika sudah bisa kredit AC. Metode pembayaran berjangka 6 atau 12 bulan ini memperingan dalam pembelian AC.

Sekarang banyak kita temui rumah-rumah sederhana di perkotaan maupun di desa sudah banyak yang memasang AC karena mudahnya skema dalam pembelian tanpa harus tunai.

Memang hawa sejuk dari AC membuat penghuni rumah lebih betah walaupun harus merogoh kocek lebih dalam untuk membayar tagihan listrik yang tinggi, namun hal tersebut sudah tak jadi soal karena faktor yang sudah didapatkan yaitu kenyamanan.

Daya watt AC masih tergolong tinggi dari peralatan elektronik lainnya, untuk AC yang berkapasitas 1/2 – 1 PK saja bisa menyedot listrik rumah dengan kisaran 450 sampai 700 watt. Jika di rumah kita berdaya 1300 watt sudah setengahnya dihabiskan untuk 1 AC.

Dalam penggunaan AC di rumah sebetulnya ada beberapa cara untuk menghindari pembayaran tagihan listrik yang terlampau tinggi, dengan menyetel suhu yang pas dan tidak membiarkan pintu atau jendela terbuka ketika AC dinyalakan.

Namun, seefisien apa pun upaya penyetelan suhu AC rumah tidak akan berpengaruh menghemat listrik apabila AC jarang dirawat atau di bersihkan. Pemilik yang malas membersihkan AC secara rutin akan berakibat mahalnya membayar tagihan listrik.

AC yang kotor membuat mekanisme komponen kerja AC menjadi lebih berat karena banyaknya debu atau kotoran menyumbat filter maupun kisi-kisi AC. Filter dan kisi-kisi AC yang tersumbat berefek sedikitnya angin yang keluar dari AC menyebabkan AC bekerja 2 kali lipat untuk mencapai temperatur suhu yang diinginkan.

Hembusan angin yang kecil sebetulnya penanda AC harus segera dibersihkan, minimal kita sebagai pengguna membersihkan filternya saja. Komponen itu paling mudah untuk kita copot dan dibersihkan di luar daripada membersihkan kisi-kisi AC indoor-nya yang mengharuskan menggunakan air bertekanan tinggi serta beberapa alat pendukung lainnya.

Jarak terlama membersihkan keseluruhan AC kurang lebih 3 bulan, kata tukang cuci AC yang biasa datang ke kantor tempat saya bekerja, lanjutnya minimal 1 bulan sekali filternya aja dibersihkan dan semprot komponen kipas outdoornya (kompresor) dengan selang kran air.

Hal ini sudah saya lakukan pada AC di rumah, 1 bulan saja filter AC sudah sangat kotor membuat hembusan angin yang keluar tidak besar dan tidak segar.

Pernah saya bandingkan pengeluaran biaya untuk membayar tagihan listrik. Tagihan rekening listrik pasca bayar di rumah saya lebih murah hampir 20 persen setelah AC dibersihkan atau dicuci, dibanding pembayaran bulan sebelumnya dengan AC yang belum dicuci masih banyak debu atau kotoran.

Kebetulan saya sudah punya perlengkapan membersihkan AC, jadi bisa irit pengeluaran karena dikerjakan sendiri, hitung-hitung olahraga. Tapi jika kita tidak bisa atau tidak punya waktu membersihkan AC, hanya dengan biaya tidak sampai 100 ribu rupiah para pencuci AC profesional bisa anda panggil ke rumah.

Merawat AC rumah dengan rutin mampu menekan tagihan listrik agar pembayaran tak membengkak selain itu juga kita bijak dalam pengunaan energi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *